22.4 C
Indonesia
Kamis, Desember 2, 2021

Advokat Peringati Bank Soal Modus Duplikasi Sertifikasi Pendidik

Must read

StopPress.ID – Tim advokat dari Kantor Hukum HN Nana Suryana memperingatkan soal modus pemalsuan atau duplikasi sertifikasi pendidik yang sangat merugikan dan meresahkan.

Pastinya, banyak pihak yang akan merugi akibat tindakan tersebut, seperti institusi pendidikan, lembaga perbankan dan organisasi dan lain sebagainya.

Baru-baru ini, Tim advokat dari Kantor Hukum HN Nana Suryana melaporkan tujuh orang oknum guru SD di Kota Banjar ke Polres Ciamis.

Pelaporan itu terkait dugaan tindak pidana penipuan pasal 378 KUHP yang tujuh orang oknum guru SD tersebut lakukan.

Aziz Aptira, SH, salah satu advokat dari Kantor Hukum HN Nana Suryana, membenarkan adanya kasus hukum tersebut.

Menurut Aziz, oknum guru tersebut terindikasi memalsukan dokumen sertifikasi pendidik untuk mendapatkan dana pinjaman dari BPR BKPD Pangandaran.

Motif para oknum guru SD tersebut, kata Aziz, adalah untuk mendapatkan fasilitas pinjaman uang dari BPR BKPD Pangandaran.

“Mereka mengagunkan dokumen sertifikasi pendidik palsu untuk mendapatkan kredit,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Aziz mewanti-wanti semua bank yang ada di wilayah Priangan Timur untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Karena, Aziz menegaskan, pemalsuan dokumen atau duplikasi sertifikasi pendidik sangat merugikan dan meresahkan.

Aziz menambahkan, tidak hanya BPR BKPD Pangandaran, kasus serupa juga berpotensi terjadi kepada lembaga keuangan lain yang ada di wilayah Priangan Timur.

Untuk itu, Aziz mengaku perlu mengingatkan para pengelola lembaga keuangan untuk tetap waspada terhadap modus para calon debitur.

Dari pantauan StopPress.ID, tim advokat dari Kantor Hukum HN Nana Suryana akan mengawal penanganan kasus hukum yang melibatkan oknum guru SD di Kota Banjar tersebut.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article